Tiga Kebiasaan Buruk Kelola Keuangan Keluarga

0

, Tiga Kebiasaan Buruk Kelola Keuangan Keluarga

Kebiasaan buruk mengelola uang sering kali tidak kita rasakan. Kita hanya membeli ini itu dan menyepelekan planning atau perencanaan. Apa akibatnya? Tentu saja tujuan keuangan jangka menengah dan panjang kita susah dipenuhi.

Mengelola uang dapat dikatakan sebagai sebuah kebiasaan. Jangan biarkan kebiasaan buruk kita dapat merusak kondisi kesehatan keuangan kita. Oleh sebab itu kenali kebiasaan buruk mengelola uang agar kita dapat memenuhi tujuan keuangan jangka menengah dan panjang kita.

Tidak Sadar Uang Kita Habis Kemana
Percaya atau tidak seringkali kita kita sadar ambil uang di atm, kemudian tidak sadar tiba-tiba uang kita hilang kemana (alias di belanjain kemana)? Atau kita sadar barusan gajian kemudian tidak tahu tiba-tiba saldo atm melesat menurun. Pergi kemanakah uang kita? Pernakah Anda menyadari hal itu? Hal tersebut karena kita tidak terbiasa mencatat pengeluaran kita, sehingga kita tidak tahu kemana uang kita pergi.

Oleh sebab itu solusi yang paling sederhana untuk memperbaiki kebiasaan buruk mengelola uang adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran kita sehari-hari. Mencatat pengeluaran harian memang cukup sulit untuk mengumpulkan niatnya, menyebalkan, menganggu, menimbulkan rasa tidak nyaman dalam waktu singkat, tetapi sangat membantu untuk jangka menengah dan panjang. Salah satu keuntungan mencatat pengeluaran harian adalah kita dapat tahu pola pengeluaran kita dalam periode tertentu misalnya pola pengeluaran bulanan.

Tidak Memiliki Dana Darurat
Tidak punya dana daruratdalah hal yang sangat bahaya. Kenapa? Seperti ada peribahasa sedia payung sebelum hujan. Nah dana darurat dan asuransi (khususnya asuransi kesehatan) adalah payung yang kita gunakan apabila ada hujan atau masalah di keuangan kita.

Solusi untuk memperbaiki kebiasaan buruk mengelola uang adalah dengan cara mulai mempersiapkan dan menabung dana darurat.

Membeli Hal-Hal yang Nanggung
Nah hal satu ini biasanya membuat bingung. Pernah tidak kita mengalami kita beli sesuatu kemudian merk A yang harganya lebih murah daripada merk B? Beda 1 minggu barang itu rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya ABE membeli lagi barang yang sama lagi dengan merk lain.

Pernakah kita mengalami situasi seperti beli nanggung? Atau nanggung-nanggung lainnya? (baca: nanggung diskon, nanggung lagi sama temen, nanggung pas ada di tokonya dan nanggung-nanggung lainnya).

Solusi untuk memperbaiki kebiasaan buruk mengelola uang adalah beli sesuatu sesuai kebutuhan bukan keinginan. Mahal kalau kita butuh tidak masalah. Murah kalau kita tidak butuh bisa jadi masalah. [finansialku]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.