Tiga Kendala Antara Ayah dan Anak Laki-lakinya

, Tiga Kendala Antara Ayah dan Anak Laki-lakinya“Wah, Abi hebat! Kok Abi  tahu sih?” Pernahkah anak lelaki Anda menyatakan kekagumannya seperti itu? Saat itu, Anda mungkin merasa bangga menjadi seorang ayah. Dan, Anda tentu akan lebih bersukacita lagi jika anak Anda mulai menerapkan nasihat Anda dan merasakan manfaatnya. Tetapi, setelah  tahun-tahun berlalu, apakah anak Anda masih mengagumi Anda? Atau, apakah semakin  besar, respeknya terhadap Anda sepertinya berkurang?

Bagaimana Anda bisa tetap dekat dengan anak lelaki Anda seraya ia beranjak dewasa? Ada beberapa kendala antara anak laki-laki dengan  ayahnya.

1. KURANGNYA WAKTU: Dimanapun, para ayah adalah pencari nafkah utama. Sering kali, karena tuntutan pekerjaan, mereka tidak ada di rumah hampir sepanjang hari. Di beberapa tempat, para ayah hampir tidak punya waktu bersama anak-anak mereka. Sebagai contoh, menurut sebuah survei baru-baru ini di Prancis, para ayah di sana rata-rata menggunakan kurang dari 12 menit sehari untuk mengasuh anak-anak.
UNTUK DIRENUNGKAN: Berapa banyak waktu yang Anda gunakan bersama anak lelaki Anda? Selama satu atau dua minggu ke depan, cobalah catat jumlah waktu yang digunakan bersama dia setiap hari. Anda mungkin terkejut melihat hasilnya.

2. KURANGNYA CONTOH YANG BAIK: Beberapa pria hampir tidak pernah bergaul dengan ayah mereka semasa mereka dibesarkan.
UNTUK DIRENUNGKAN: Apakah hubungan dengan ayah Anda memengaruhi cara Anda memperlakukan anak Anda? Apakah Anda tanpa sadar telah mengikuti kebiasaan baik atau buruk ayah Anda? Dalam hal apa?

3. KURANGNYA PANDANGAN YANG SEIMBANG: Dalam beberapa kebudayaan, peranan ayah dalam membesarkan anak tidak ditandaskan.
UNTUK DIRENUNGKAN: Di masyarakat Anda, peranan apa yang diharapkan dari para ayah? Apakah mereka diajar bahwa membesarkan anak adalah tugas wanita? Apakah mereka dianjurkan untuk mengungkapkan kasih sayang kepada anak-anak lelaki mereka, atau apakah hal itu dianggap tidak pantas?

Mengatasi semua persoalan itu tentu saja dengan cara membuat hal yang berlawanan dengan tiga poin di atas. Sulit tapi mudah, dan bukannya tidak mungkin. Siap coba, Abi? [wol/jw]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.