Tiga Penyakit Kikir

0

 

, Tiga Penyakit KikirSetidaknya, ada tiga penyakit diri yang sulit berkompromi dengan memberi.

Pertama, sifat kikir. Penyakit ini tergolong kronis karena sangat berhubungan dengan keimanan seseorang. Ia seolah tidak mengakui kalau semua yang dimiliki cuma titipan. Bukan milik pribadi buat selamanya. Suatu saat, ia akan berpisah dengan yang ia miliki buat selamanya.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba kekikiran dan keimanan.” (HR. Athayalisi)

Kehancuran umat sebelum Rasulullah saw. adalah karena sifat kikir mereka. Sulit membayangkan sebuah persatuan, kesertaan, dan kebersamaan tanpa bersih dari kikir: kikir harta, ilmu, perhatian, pengayoman, penghormatan, dan lain-lain.

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah kekikiran. Sesungguhnya kekikiran itu telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu.” (HR. Muslim)

Penyakit kedua, adanya sifat sombong. Sifat ini punya dua arah keburukan: menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Bagaimana mungkin seseorang bisa tergerak untuk memberi kalau ia tidak peduli dengan urusan saudara-saudaranya seiman. Dan sulit mengharapkan sebuah kepedulian kepada orang yang menganggap rendah orang lain.

Rasulullah saw. mengatakan, “Ada tiga perkara yang membinasakan. Yaitu, hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri.” (HR. Athabrani dan Anas)

Penyakit ketiga, cinta dunia. Kata cinta tidak akan muncul sebelum interaksi yang terus-menerus dengan yang dicintai. Inilah bahayanya ujian Allah berupa kemudahan rezeki. Orang menjadi begitu mudah menuruti hawa nafsu. Kelak, nafsulah yang mengendalikan pemiliknya. Ketika nafsu menjadi penguasa, yang ada hanya pemburuan kenikmatan. Apa pun dilakukan demi kepuasan hidup.

Bayangkan, orang yang haus kepuasan dunia seperti itu bisa diharapkan memberi. Sekali lagi sulit. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad: 12). []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.