Tiga Tingkatan Orang Berpuasa

 

, Tiga Tingkatan Orang BerpuasaIbnu Qudaamah Al-Maqdisi rahimahullah membagi puasa menjadi tiga tingkatan, yaitu puasa orang awam, puasa orang khusus dan puasa orang yang lebih khusus. Berikut penjelasan beliau rahimahullahu ta’ala:

Puasa orang awam yakni sebatas menahan perut dan kemaluan dari keinginan syahwatnya. Adapun puasa orang khusus yakni menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota badan dari segala perbuatan dosa. Sedangkan puasa orang yang lebih khusus ialah puasanya hati dari keinginan-keinginan yang hina, serta pikiran-pikiran yang dapat menjauhkan ia dari Allah ta’ala serta menahannya secara total dari segala sesuatu selain Allah ta’ala.

Termasuk adab puasa orang yang khusus ialah menahan pandangan dari yang haram, dan menjaga lisan dari menggangu orang lain berupa perkataan yang haram, makruh, atau perkataan tidak ada manfaatnya sama sekali, serta menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan dosa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan omongan dusta dan tidak pula meninggalkan perbuatan tercela dalam puasanya, maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk dia meninggalkan makanan dan minumannya.” [Mukhtashar Minhajul Qashidin – Bayanu Asraris Shaum wa Adabih]

Nah, di tingkatan mana kita? []

 

 

 

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.