Tinggal di Tenda, dan Tahan Berapa Lama?

0

Oleh: Anik Damayanti

Tinggal di Tenda, tahan Berapa Lama? Dan Apa yang Membuat Mereka Kuat Bertahan?

**
Dulu waktu SD/SMP paling suka kalau ada kegiatan berkemah dengan pramuka. Tetapi pada hari ketiga dan berikutnya, sudah merasa tak nyaman tinggal di tenda perkemahan dan ingin segera pulang ke rumah, disamping karena perbekalan sudah habis,, *home-sick* ceritanya..

**
Sekarang, jadi bisa membayangkan bagaimana rasanya saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah banjir dan harus mengungsi atau tinggal di tenda-tenda pengungsian, apalagi bersama anak-anak yang masih bayi maupun kaum usia senja yang butuh perawatan ekstra. Subhanallah, mereka pasti merasa tidak nyaman, kedinginan, dirundung was-was/kekhawatiran. Meskipun Alhamdulillah banyak bantuan yang langsung berdatangan, meski belum merata, setidaknya kepedulian itu ada dan nyata, dan sangat dekat pula.

Memang tidak mudah dan terasa berat tinggal dalam tenda-tenda pengungsian dengan segala kekurangan dan kondisi kedinginan. Semoga dimudahkan segala urusan kaum Muslimin yang sedang ditimpa musibah banjir serta diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menjalaninya.

In syaa ALLAH musim akan berubah dan air akan surut, lalu akan kembali ke peradaban semula. Meski dengan sedikit/banyak perubahan/kehilangan/kerusakan akibat banjir, namun setidaknya sebahagian besar akan kembali ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya, in syaa ALLAH..

**
Akan tetapi tak terbayangkan, apa yang dialami saudara-saudara seiman yang diuji dengan ujian yang lebih dahsyat lagi, seperti di Ghaza, Syria, Rohingya, Kashmir, Pattani dan banyak lagi.

Di Syria, saudara-saudara kita dihujani roket, bom kimia, disiksa dibunuh oleh penguasanya yang kafir (syiah rafidhah). Tempat tinggal bahkan kota mereka hancur. Mereka ada yang mengungsi, ada tinggal di tenda-tenda, hingga bilangan waktu yang tak terhitung. Sampai kapan? Tidak ada yang bisa memastikan. Bahkan ada wilayah yang di-blokade oleh pasukan penguasa kafir hingga kehabisan bahan makanan dan dalam keadaan darurat akhirnya makan daging kucing, rumput dan apapun yang bisa membuat bisa bertahan hidup. Allahumanshurhum..

Di Rohingya, rumah2 mereka dibakar oleh kaum kafir (budha), mereka diusir dari kampung halamannya, disiksa dibunuhi, akhirnya ada yang menyelamatkan diri menggunakan perahu pun dibunuhi di laut, atau hidup terkatung2 di laut karena tak ada satu negara pun yang mau menerima/menolong mereka. Dan tinggal di tenda-tenda yang terbuat dari kertas, yang sangat tak layak bagi manusia. Mengapa? Sebab bantuan internasional pun dilarang masuk oleh pemerintah kafir setempat. Tak sanggup membayangkan, ya Rabb.. Allahumanshurhum.

Sampai kapan? Sampai kapan mereka akan tetap tinggal di tenda-tenda pengungsian, dengan kondisi kekurangan makanan dan di bawah penyiksaan. Musim sudah berganti, panas dan dingin/salju pun telah dipergilirkan, lalu sudahkah mereka keluar dari tenda pengungsian? Mereka masih di sana, dan telah bertahun-tahun ujian keimanan yang dahsyat tersebut dijalani.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal,, atas izin ALLAH mereka kuat dan in syaa ALLAH dengan pertolongan-NYA mereka akan kuat. Ingatkah kita hingga ada sebuah kisah seorang anak laki-laki Syria berusia 3 tahun yang sebelum meninggalnya (akibat terluka parah terkena bomnya Assad), ia berseru,”Aku akan adukan semuanya kepada Rabb-ku!” Betapa kuatnya keimanan/keyakinannya kepada ALLAH, bersiiih aqidahnya.. Kukira itulah yang menguatkan mereka!
Allahul musta’an.

**
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(Terjemah Quran Surah Al-Baqarah: 155-157)

#Akankah diri kita termasuk yang kuat bertahan, saat ujian menyapa dan memaksa kita berpindah dari istana menuju tenda? Ya ALLAH… []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.