Tips : Bantu Anak Lewati Masa Transisi Saat Pindah Sekolah

Mungkin terpikir oleh kita berniat untuk pindah kota atau bahkan pindah kerja ke luar negeri. Lalu keluarga pun harus ikut pindah. Masalahnya yang berat terkadang adalah anak-anak. Pindah kota berarti pindah sekolah. Bagi kita orang dewasa hal ini mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi bagi anak-anak, masalah pindah sekolah bisa menjadi hal besar jika kita tidak persiapkan sebaik mungkin.

Penulis termasuk yang pernah mengalami mempersiapkan anak pindah sekolah. Bukan pindah sekolah saja, tapi pindah negara bahkan benua. Jika anak masih kecil sih mungkin masalahnya juga lebih kecil, tapi berbeda tentunya dengan anak-anak yang lebih besar.

Berat berpisah dengan teman-teman yang sudah akrab tentu menjadi masalah. Begitupun dengan keluarga dekat yang tidak ikut pindah seperti nenek atau kakeknya. Untuk itu diperlukan tips tersendiri agar acara pindah-pindahan ini bisa berjalan dengan baik.

Nah untuk itu penulis ingin memberikan beberapa tips agar anak enjoy menjalani masa transisi karena pindah sekolah baru:

Masa transisi tidak perlu ditakuti, jalani dan nikmati. Karena masa ini hanya perlu proses.

1. Gunakan pengalaman masa silam untuk membangkitkan semangatnya.

Termasuk pengalaman orang tuanya sendiri ketika memasuki sekolah baru.

Jangan lupa bawa bersama foto-foto, alamat, nomor telpon, alamat email atau apa saja yang bisa membantu anak jika sewaktu-waktu rindu atau ingin menghubungi sahabat lamanya.

 

2.Libatkan anak dalam pemilihan sekolah barunya.

Dengarkan pandangan dan harapan-harapannya tentang sekolah barunya. Meskipun pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan kita.

Jika memungkinkan, jauh-jauh hari anak diajak untuk mengunjungi calon sekolah baru ini. Lebih menguntungkan lagi jika sekolah tersebut punya website. Dari sini kita bisa mengenalkan anak pada banyak hal tentang calon sekolah barunya.

Setelah membuat peninjauan terhadap calon sekolah baru, bincangkan dengan anak masalah-masalah yang mungkin akan dia hadapi dan alternative pemecahan atas masalah tersebut.

Temukan hal-hal baru sebanyak mungkin yang kita anggap beda dan punya nilai positif yang ada di sekolah barunya. Gunakan ini untuk memanas-manasi si anak agar cepat jatuh cinta dengan sekolah barunya.

 

3. Jika melibatkan bahasa asing, masa transisi mungkin memerlukan waktu beberapa bulan.

Harus disadari bahwa meskipun sudah dipersiapkan sebaik mungkin, akan ada saja masalah yang dapat membuat anak mengeluh. Siap-siap saja dan segera bantu anak menemukan jawaban atas masalahnya.

Siapkan waktu di hari-hari atau minggu-minggu pertama anak mulai masuk sekolah. Karena mungkin saja anak ingin ditemani atau sering dikunjungi.

Itulah beberapa tips yang berhasil penulis simpulkan berdasarkan pengalaman pribadi kami sekeluarga yang sering pindah-pindah kota dan negara. Semoga bermanfaat.

 

Profil Penulis:

Andi Sri Suriati  Amal, biasa dipanggil Inci, lahir di Bone, 2 April 1973. Sementara ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia. Buku solonya berjudul Role Juggling, Perempuan Sebagai Muslimah, Ibu dan Istri diterbitkan oleh Gramedia tahu 201.3 Ibu empat anak ini dapat dihubungi di http://inci73.wordpress.com atau lewat facebook-nya (Andi Sri Suriati Amal).

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.