Menghadapi Ujian Hidup

0

Ujian bisa datang kapanpun tanpa kita duga. Segala ujian itu sejatinya Allah yang memberikan, yang bertujuan untuk mengangkat derajat suatu kaum. Dan ingat, setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Pertama, yakinlah bahwa ujian itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya.

Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka dia akan diberi-Nya cobaan,” (H.R.Bukhari).

Kedua, yakinlah bahwa semakin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan syarat, kita dapat menyelesaikan setiap ujian itu secara baik.

Anas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Dia mengujinya. Barang siapa yang rela menerimanya, dia mendapat keridhaan Allah, dan barang siapa yang murka, maka dia pun mendapat kemurkaan Allah,” (H.R.Tirmidzi).

Ketiga, yakinlah bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan.

Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keempat, selalu berfikir positif bahwa apa – apa pun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan.

Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, dia bersabar, maka itu lebih baik baginya,”(H.R.Muslim).

Kelima, yakinlah bahwa setelah kita ditimpa kesulitan, maka akan ada kemudahan.

Fakta menunjukkan bahawa ide – ide yang hebat sering muncul ketika kita berada di puncak kesulitan. Contohnya, banyak mahasiswa dapat mengarang jawaban walaupun pada saat menghadapi soal ujian yang sukar.

Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5- 6)

Keenam, selalu optimistik bahwa kita boleh menyelesaikan setiap ujian yang Allah berikan, karena Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya.

Optimis dapat melahirkan tenaga yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimis boleh menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan hambanya itu.

Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya,” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286).

Ketujuh, menghadapi ujian dengan usaha dan do’a.
Kearah segala ikhtiar untuk menyelesaikan ujian dan follow-up usaha itu dengan do’a.

Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 – 8). Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Aku kabulkan do’amu” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60). [ai]

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline