Ummu Rumman Mengharap Kebenaran

0

dua burungUmmu Rumman terhenyak, putri bungsunya Aisyah R.A dihantam fitnah. Berita bohong telah tersebar di seluruh kota Madinah, bahwa Aisyah telah pergi berdua dengan laki-laki lain. Istri Abu Bakar tentu tidak percaya atas isu yang merebak saat itu, ia tahu bahwa istrinya adalah istri shalehah yang tidak mungkin melakukan perbuatan keji.

Apalagi suami Aisyah adalah manusia yang paling mulia. Ia tahu betapa Aisyah begitu mnecintai suaminya, Rasulullah SAW. Jadi tidak akan mungkin Aisyah menghianati suaminya. Namun begitu, berita tersebut tak urung membuatnya terkejut. Ia ingin menanyakan kebenaran berita itu langsung kepada putrinya.

Sementara itu, Aisyah sendiri belum mengetahui desas desus mengenai dirinya itu. Di hari-hari pertama isu itu tersebar, Aisyah sedang sakit dan hanya bisa berdiam di rumah. Namun, perasaannya sebagai istri menangkap perilaku Rasulullah tidak seperti biasanya. Hingga Aiasyah meminta izin kepada suaminya untuk tinggal di rumah orang tuanya. Selanjutnya selama 20 hari Aisyah menderita sakit, dan dirawat oleh ibunya.

Setelah Aisyah sembuh, akhirnya berita itu terdengar juga olehnya. Ia mendengarnya dari Ummu Misthah, seorang wanita Anshar. Mendengar kabar itu, Aisyah merasa marah, dan juga bingung. Ia baru mengerti itulah alasannya mengapa sikap Rasulullah berbeda padanya. Segeralah ia menemui orang tuanya. “Semoga Allah mengampuni Ibu.

Orang-orang ramai membicarakan kabar bohong mengenai diriku, tetapi Ibu tak pernah memberitahukan hal itu pada diriku,” tangis Aisyah. Sungguh Ummu Rumman dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh putrinya, Aisyah. Hatinya pun sudah lebih dulu hancur saat pertama kali mendengar kabar itu. “Anakku, tabahkan hatimu. Tak sedikit wanita yang mencintai suaminya mendapat ujian sepertimu.” Kata Ummu Rumman pada Aisyah.

Kabar itu terus menjadi perbincangan hangat. Hari pu berganti, hingga suatu hari Rasulullah mendatangi Aisyah untuk mencari tahu kejelasan. Rasulullah berkata, “Aisyah bertakwalah kepada Allah. Jika Engkau berbuat apa yang sedang dikatakan orang-orang bertaubatlah pada Allah. Karena Allah selalu berkenan menerima taubat hamba-Nya.”

Mendengar itu Aisyah berurai air mata. Ia berharap orang tuanya bisa membela dirinya di hadapan Rasulullah SAW.

Namun, kedua orang tuanya hanya diam seribu bahasa. Aisyah tak tahu kenapa orang tuanya diam saja. “Kenapa ayah dan ibu tidak mau menjelaskannya kepada Rasulullah?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tak tau bagaimana kami harus menjelaskannya kepada Rasulullah.” Ummu Rumman sesungguhnya ragu dan tak tahu bagaimana harus bersikap. Ia berharap, Allah segera menunjukan kebenaran terhadap putrinya itu.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW mendapat wahyu dari Allah bahwa Aisyah sama sekali tidak bersalah. Aisyah dan kedua orang tuanya bersyukur dan bisa menarik nafas lega. Lepaslah segala beban Ummu Rumman. Allah telah menunjukan semua kebenarannya. Terbuktilah bahwa kabar tersebut hanyalah omong kosong belaka. [Dikutip dari : Majalah Ummi/Wirda Yanti)

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline