Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Berpuasa Ramadhan? (2-Habis)

0

, Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Berpuasa Ramadhan? (2-Habis)

Kedua,

Kedua orang tua dapat juga memberikan semangat kepada anak-anaknya untuk berpuasa dengan memberinya hadiah setiap hari. Atau dengan menumbuhkan semangat berlomba di antara mereka yang seumur atau yang lebih kecil umurnya. Begitu juga dapat memberikan semangat menunaikan shalat dengan diajak ke masjid untuk shalat di dalamnya. Terutama kalau mereka keluar bersama ayahnya untuk shalat di beberapa masjid setiap hari. Begitu juga dapat memberikan semangat dengan memberikan apresiasi akan hal itu. Baik apresiasi berupa sanjungan dan pujian atau mengajak bertamasya atau membelikan apa yang disukainya atau semacamnya.

Sangat disayangkan sekali banyak sebagian bapak dan ibu yang melalaikan mendorong anaknya dalam memberikan semangat, bahkan ada sebagian yang melarang melakukan ibadah ini. Sebagian orang tua dengan alasan kasih sayang tidak menganjurkan anaknya berpuasa atau menunaikan shalat. Ini adalah suatu kesalahan nyata dalam sisi agama maupun dari sisi pendidikan.

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah telah mewajibkan puasa untuk dilaksanakan oleh setiap muslim, mukallaf (yang sudah terkena beban kewajiban), mampu dan berdiam di negerinya. Sedangkan nak kecil yang belum balig tidak diwajibkan berpuasa, berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, “Di angakat pena (dari beban kewajiban) tiga golongan. Di antaranya disebutkan, anak kecil sampai balig.” Akan tetapi, walinya dianjurkan memerintahkannya berpuasa kalau sudah sampai punya kekuatan untuk berpuasa. Karena hal itu merupakan (cara) mendidik dan membiasakan untuk melakukan rukun Islam. Kami melihat sebagian orang membiarkan anak-anaknya tidak diperintahkan untuk shalat juga tidak berpuasa. Ini adalah suatu kesalahan, karena dia bertanggung jawab hal itu di sisi Allah Tabaraka Wata’ala. Mereka tidak memerintahkannya berpuasa dengan alasan merasa kasihan dan kasih sayang kepadanya. Padahal sebenarnya orang yang kasihan dan kasih sayang kepada anak-anaknya adalah orang yang membiasakan melakukan perangai kebaikan dan perbuatan baik. Bukan membiarkan tanpa dididik yang bermanfaat.” (Majmu Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, 19/19-20)

Ketiga,

Kedua orang tua dapat memberikan kesibukan kepada anak-anaknya dengan membaca Al-Qur’an dan sedikit menghafalkan setiap hari. Begitu juga dengan membaca buku-buku yang sesuai dengan kapasitasnya. Mendengarkan berbagai macam kaset agar dapat menggabungkan antara faedah dan kesenangan seperti nasyid (lagu islami). Menyediakan CD yang bermanfaat untuknya. Chanel Al-Majid (saluran TV Islam di Timur Tengah) banyak memiliki acara seperti ini. Mungkin juga setiap hari ada waktu khusus mengevaluasi apa yang bermanfaat untuk anak-anaknya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada penanya yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan anaknya. Hal ini menunjukkan kebaikan dalam rumah tangga muslimah. Akan tetapi masih banyak yang belum dapat mengembangkan potensi anak, baik sisi secara ilmiah maupun fisik. Sehingga anak-anak terbiasa dengan santai, malas dan bersandar kepada orang lain. Sebagaiamana belum ada perhatian untuk memberikan semangat dalam ibadah seperti shalat dan puasa. Generasi yang tumbuh seperti ini hatinya akan menjauhi ibadah ketika mereka sudah dewasa, dan akibatnya orang tuanya kesulitan dalam memberikan arahan serta nasehat. Jika mereka memberikan perhatian sejak awal, maka tidak akan terjadi penyesalan di kemudian hari.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala untuk membantu kita dalam mendidik anak-anak kita, agar mencintai dalam beribadah dan memberikan taufik kepada kita untuk menunaikan kewajiban terhadap mereka.

Wallahu’alam. [Sumber: islamqa]

HABIS

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline