Wanita Hamil, Wanita yang Sempurna Agamanya (2-Habis)

0

, Wanita Hamil, Wanita yang Sempurna Agamanya (2-Habis)Lalu makna kurang agama adalah “libur mengerjakan kewajiban atau amalan keagamaan” seperti shalat, puasa dan membaca Alquran. Ini sudah bersifat sunnatullah, tidak perlu diperdebatkan hal-hal esensi yang sudah bersifat alamiah bagi perempuan ini.

Nah setelah mengetahui makna yang dimaksud hadis di atas tentunya kita tidak lagi berburuk sangka bahwa Islam itu mendiskreditkan wanita, akan tetapi Islam hadir untuk memaksimalkan potensi perempuan itu sendiri.
Kali ini saya tidak ingin membicarakan perihal “kurangnya akal” lebih jauh karena itu sangat bersifat subjektif, dan Imam Nawawi pun menyatakan demikian. Perihal “kurangnya akal” pada wanita sangat beragam dan banyak sehingga bukan lah menjadi sesuatu yang perlu dibahas lebih lanjut.

Yang ingin kita bicarakan di sini adalah tentang kurangnya agama pada wanita. Masih adakah kesempatan wanita menjadi sempurna agamanya seutuhnya?

Adapun kurangnya agama pada wanita bisa disempurnakan ketika wanita menjadi wanita seutuhnya.

Ya, benar sekali… Ketika wanita sedang hamil, wanita menjadi sempurna agamanya. Selama 9 bulan kehamilannya seorang wanita tidak akan mengalami masa menstruasi sehingga tidak ada halangan yang membuat seorang wanita tidak dapat melaksanakan ibadah yang paling utama seperti shalat, puasa dan membaca Alquran.

Wanita menjadi sempurna agamanya karena ia tidak akan pernah haid, sehingga ia dapat memaksimalkan seluruh gairah ketaatan dan ibadah kepada Allah lebih intens lagi. Lebih banyak lebih baik dan lebih mendekatkan kepada Allah sebagaimana di dalam sebuah hadis disebutkan, “Apabila seorang hamba mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR.Bukhari)

Wanita yang sedang hamil amatlah istimewa dan amat dimuliakan, baik oleh manusia, saya sering sekali melihat istri saya mendapat hak istimewa, diprioritaskan dan diduluankan dalam banyak hal dimana orang lain masih harus antri, apalagi oleh sang Maha Penyayang? Sungguh kalian begitu disayang olehNya. [Suryandi Temala Sip]

HABIS

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline