in

Wanita Jadi Da’i, Bolehkah?

muslimah dai wanita

Hampir semua muslimah di zaman Rasulullah SAW ikut menjadi pendakwah sejati. Tetapi, dakwah muslimah zaman dahulu berbeda sekali dengan zaman sekarang yang menyampaikan beberapa pesan agama di depan khalayak kemudian menerima sejumlah uang sebagai imbalannya. Sedangkan, muslimah di zaman Rasulullah menyebarkan agama islam semampunya dengan ikhlas dan sukarela.

“Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaknya melarangnnnya dengan tangannya. Bila tidak bisa dengan tangan, maka cukup dengan lisannya dan bila tak mampu, maka cukup dengan hatinya ( benci pada kemungkaran itu). Sedemikian itu termasuk iman yang paling lemah imannya. (HR. Muslim)

Pada dasarnya, wanita tidak harus berdakwah seperti berorasi di atas panggung untuk menegakkan sebuah kebenaran. Namun, wanita dengan dakwah terselubungpun tak kalah hebatnya di mata Allah. Bahkan, dengan dakwah secara terselubung justru menjaga wanita dari sifat-sifat riya’ dan haus akan pujian dari orang lain. Seperti halnya muslimah di zaman Rasulullah SAW, mereka berdakwah semampunya kepada keluarga terdekat. Menyebarkan agama islam dan meluruskan akhlak-akhlak anak-anak, keluarga, serta kerabat dekatnya.

Jadi, wanita boleh saja berdakwah dan menegakkan kebenaran di zaman sekarang ini. Tapi, jika ingin berdiri di atas mimbar alangkah baiknya di majelis atau pengajian khusus wanita. Dan utamakanlah dakwah kepada diri sendiri, anak-anak, keluarga, dan kerabat terdekat. Wallaahu a’lam. [berbagai sumber]

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Nasihat untuk Seorang Istri

Ini Dia Peran Suami Saat Istri Hamil