Wanita Muslimah Di Prancis Masih Terus Diperiksa

 

, Wanita Muslimah Di Prancis Masih Terus DiperiksaRabu malam (12/6/2013) sebuah bentrokan pecah di Paris yang melibatkan sekitar 60 orang dengan polisi setelah seorang wanita Muslimah dihentikan untuk diperiksa. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa yang marah di pinggiran kota Paris itu.

Seorang sumber polisi yang tak mau disebutkan namanya mengatakan masalah dimulai ketika polisi menghentikan seorang wanita berusia 25 tahun di pusat Argenteuil, pinggiran barat kota Paris, yang mengenakan jilbab serta cadar yang menutupi wajahnya.

Wanita itu kemudian terlibat adu mulut dengan polisi dengan menyebut pemeriksaan terhadap dirinya tidak sah. Tidak beberapa lama kemudian berkumpul sekitar 60 orang dan mulai bentrok dengan aparat kepolisian, kata sumber itu.

Seorang warga berusia 32 tahun yang juga tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan di Argenteuil, wilayah yang memiliki populasi Muslim cukup besar.

Sumber polisi mengatakan dua orang, termasuk sepupu dari wanita muda bercadar itu, ditangkap.

Prancis sebelumnya telah membuat marah banyak umat Islam dengan adanya UU larangan bercadar, yang mulai berlaku pada bulan April 2011 lalu.

Pelanggaran terhadap larangan itu dapat dihukum dengan denda hingga 150 euro ($ 190) atau wajib mengikuti pelatihan kewarganegaraan. Sekitar 300 wanita tertangkap melanggar UU cadar pada tahun pertama aturan tersebut berlaku, menurut kementerian dalam negeri. []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.