Yang Harus Diperhatikan Kalau Suka Minum Jamu Gendong

0

 

jamugendongSuka minum jamu gendong? Itulah jamu yang dijajakan oleh mbak yu sambil digendong.

Manfaat Jamu sudah tidak diragukan lagi sebenarnya, namun kadang orang-orang Indonesia justru gengsi dengan meminum jamu atau skeptis akan manfaat jamu tradisonal.

Jamu adalahsebutan untuk obat tradisional dari Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti akar-akaran, daun-daunan, rempah-rempah, dan sebagainya. Jamu biasanya berasa pahit dan perlu ditambah pemanis agar rasanya lebih dapat diterima peminumnya.

Dahulu kala, minum jamu merupakan tradisi yang dilakukan oleh para putri keraton Jawa untuk menjaga keindahan tubuhnya. Tetapi kini kebiasaan tersebut telah memasyarakat, terlihat dari banyaknya penjual jamu, dari penjual jamu gendong hingga kafe.

Umumnya, Jamu diracik dengan bahan-bahan yang alami, tanpa adanya unsur-unsur kimia yang ditambahkan ke dalamnya. Jika jamu dicampur dengan bahan-bahan kimia dengan dosis yang tidak sesuai dengan terapi maka tentunya akan berdampak pada kesehatan kita jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sekalipun Jamu, Herbal atau obat tradisional mungkin secara luas dianggap aman, disarankan untuk waspada. Jangan longgarkan kewaspadaan Anda hanya karena suatu produk berlabelkan “natural”. Fakta yang tidak menyenangkan ialah bahwa beberapa jamu dan herbal bahkan bisa sangat berbahaya. Dan ironisnya beberapa orang tidak memandang herbal atau obat tradisional sebagaimana mestinya. Senyawa kimia dalam obat tradisional atau herball dapat mengubah detak jantung, tekanan darah, dan kadar glukosa. Maka, orang yang memiliki problem jantung, tekanan darah tinggi, atau kelainan gula darah seperti diabetes mesti sangat waspada.

Meski demikian, efek sampingan obat tradisional biasanya terbatas pada reaksi tipe alergi. Misalnya sakit kepala, pusing, mual, atau ruam. Beberapa pengobatan tradisional atau herbal kemungkinan bisa menimbulkan “krisis penyembuhan” dengan menghasilkan gejala seperti flu atau gejala lainnya. Orang yang mengkonsumsi obat tradisional mungkin tampak menjadi lebih parah sebelum menjadi lebih baik. Secara umum dikatakan bahwa reaksi ini disebabkan oleh pembuangan limbah racun dari tubuh selama tahap-tahap awal terapi herbal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran 54 jamu/obat tradisional karena terbukti mengandung bahan kimia obat keras yang membahayakan kesehatan manusia. Menurut hasil pengawasan obat tradisional dengan metode sampling dan pengujian laboratorium selama 2007, dalam obat tradisional tersebut terkandung bahan kimia obat keras seperti sibutramin hidroklorida, sildenafil sitrat, siproheptadin, fenilbutason, asam mefenamat, prednisone, metampiron, teofilin, dan parasetamol yang besarnya tidak sesuai dengan dosis terapi. [berbagai sumber]

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline