Yang Meniatkan Haji: Ihram (2-Habis)

0

, Yang Meniatkan Haji: Ihram (2-Habis)Islam melarang orag sedang ihram melakukan beberapa hal yang diharamkan. Di antaranya ialah melakukan pertengkaran dan berkata kotor. Allah telah berfirman : “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (perkataan jorok), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertawalah kepada-Ku hai orang yang berakal”. (QS. 2 : 197).

Di samping itu, Allah melarang orang yang sedang ihram melakukan perburuan, baik yang diburu itu boleh dimakan dagingnya atau tidak. Allah telah berfirman : “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan, dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan”. (QS. 5 : 96).

Tidak cukup sampai di situ, Islam juga memerintahkan kaum muslimin untuk mengucapkan kata perdamaian secara berulang-ulang ketika mereka telah sampai di Baitullah. Kata-kata tersebut ialah :
اللهم أنت السلام ومنك السلام فحينا ربنا بالسلام, اللهم زد هذا البيت تشريفا وتكريما وزد من حجه واعتمره تكريما وتشريفا.

“Ya Allah, Engkau adalah Maha Pendamai, dari-Mu datang perdamaian, berilah kami kehidupan, ya Tuhan kami, dengan kedamaian. Ya Allah, berilah tambahan kemuliaan dan kehormatan terhadap Baitullah ini, dan berilah tambahan kehormatan serta kemuliaan bagi orang yang berhaji dan ber’umrah kepadanya”. Do’a perdamaian adalah salah satu tujuan yang menjadi sasaran ibadah haji.

Ketika Islam mengharamkan orang ang sedang ihram melakukan hubungan kelamin dengan istrinya dan mengharamkan kelezatan duniawi serta hubungan fisik, bertujuan agar pelaku ihram membersihkan diri dari kenikmatan dunia. Dan mencurahkan seluruh potensi jiwa untuk bertakwa kepada Allah dan berlomba untuk meraih pahala dari Allah sebanyak-banyaknya. Allah telah berfirman : “Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (QS. 21 : 197).

Ibadah haji adalah salah satu sarana bagi penempatan ruhani, yang melatih jiwa untuk mengendalikan hawa nafsu demi mencapai akhlak luhur. Juga melatih fisik agar mempersatukan diri dengan kehidupan ruhani yang dipenuhi dengan kecintaan terhadap Allah. Seluruh anggota tubuh ikut merealisasikan tujuan ini, sehingga mulut ikut aktif mendengungkan dzikrullah. Demikianlah apa yang telah dicontohkan oleh junjungan kita Rasulullah SAW dalam mengucapkan do’a berikut ini, sejak dari permulaan ihram sampai menjalankan rukun-rukun haji :

لبيك اللهم لبيك, لبيك لا شريك لك لبيك, ان الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك لبيك

“Saya telah penuhi panggilan-Mu ya Allah, saya telah penuhi panggilan-Mu. Saya telah penuhi panggilan-Mu wahai Dzat yang tak ada sekutu bagi-Mu, saya penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kerajaan adalah milik-Mu, tak ada sekutu bagimu dan saya penuhi panggilan-Mu. Wallahu’alam. [sumber:hajiumrah-ways/islamwiki]

HABIS

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline